SUBANG - Kedatangan jenazah Darih, satu dari 11 tenaga kerja asal Indonesia yang menjadi korban insiden tenggelamnya kapal tongkang Sinar Harapan di perairan Port Klang, Malaysia pekan kemarin disambut isak tangis sanak keluarga dan ratusan warga setempat. Bahkan, dua saudara kandungnya dan anak semata wayangnya, Manto (9) pingsan saat kendaraan ambulans yang membawa jenazah Darih dari Jakarta tiba di rumah duka, Minggu (5/10/2008).
Sementara orang tua korban, Hamid-Inah tidak bergeming dan shock melihat jasad putrinya yang terbujur kaku itu digotong oleh warga dari ambilans ke dalam rumah, Dusun Karang Jaya Desa/Kecamatan Blanakan, Subang. Jenazah Darih tiba di rumah duka sekitar pukul 14.30 WIB. Ratusan warga sudah menunggu kedatangan almarhumah sejak pukul 07.00 WIB. Sebuah tenda sederhana dan kursi kayu sudah disusun di depan rumah orang tua korban.
Keluarga korban yang awalnya tampak tegar dan menerima kenyataan yang dialami oleh Darih, langsung pingsan saat kendaraan ambulans tiba di rumah duka. Sekitar pukul 16.00 WIB jenazah Darih dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Dusun Karang Jaya Desa/Kecamatan Blanakan, Subang. Darih merupakan satu dari 11 jenazah tenaga kerja asal Indonesia yang menjadi korban insiden tenggelamnya kapal tongkang Sinar Harapan di perairan Port Klang, Malaysia. Rencananya Darih hendak mudik ke kampung halamannya di Babakan Maja Desa Babakan Tengah Kecamatan Ciasem. Darih bekerja sebagai pembatu rumah tangga di daerah Selangor, Malaysia sejak empat bulan lalu.
Nurakim, suami korban menuturkan pihaknya baru mengetahui kabar tersebut dari televisi. Untuk meyakinkan informasi tersebut, Nurakim menghubungi keluarganya, Lukman yang berada di Malaysia. "Setelah dicari dan ternyata betul, istri saya sudah meninggal," ujar Nurakim. (Annas Nasrullah/Sindo/uky) klik: www.okezone.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar